Oleh: l@6.com | Mei 18, 2010

Bundaku Malaikatku….


Bundaku Malaikatku

Saat nanda masih berada di rahimmu yang hangat, nanda bertanya pada Tuhan, “Ya Rab, apakah Engkau akan mengirim aku malaikatmu-Mu saat Engkau hadirkan aku terlahir di bumi-Mu?”

Tuhan menjawab lembut,…..

Tuhan menjawab lembut, “Bundamu akan menjadi malaikat bagimu. Kasihnya tiada terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.”

Bundaku….

Entah berapa banyak waktu tidurmu tergangu oleh rengkekan tangisku….

Entah berapa banyak baju bersihmu terkotori oleh bau ompol dan kotoranku….

Entah berapa banyak belaian, dekapan, ciuman kasih sayangmu bak dekapan sayap malaikat

Suci… ketentraman yang tiada tara…

Entah berapa banyak bisikan dzikir, wirid, doa, puasa dan tapa brata demii kebahagiaan dan kesehatanku….

Saat bunda memandikanku dengan usapan lembutmu, bunda siapkan wewangian terharum…

Saat bunda menyuapkan dengan bujukan kasihmu bunda siapkan makanan terlezat bergizi…

Bundaku….

Entah berapa liter air susu surgamu kuteguk hisap penuh kenikmatan…

Bundaku….

Kaki bunda berada diantara kasur dan kubur saat berjihad akbar melahirkan nanda dikehidupan nyata…

Lengkinagan terikan tangis nanda menghentak kebahagiaan keluarga besar bunda.Alhamdulillah…!!! Allahu Akbar…!!! Nanda dengar bisikan kalimat adzan lewat telinga nanda. Nanda belum mampu melihat, tepi nanda yakin tampak senyum terindah tersungging di wajah bunda saat mendengar tangis nanda, meski bunda masih terengah kepayahan dengan tetesan butur-butir mutiara keringat perjuangan seorang bidadari, tunaikan tugas suci dari Tuhan untuk melahirkan nanda.

Bundaku….

Saat nanda beranjak dewasa tidak putus-putusnya bunda bersimpuh sujud diatas sajadah, “Ya Allah, lindungi nanda tersayangku… Ya Allah, bahagiakan nanda terkasihku.”

Bundapun senantiasa berdoa…

“Ya Rab ku, jadikan anak keturunan hamba menjadi orang-orang yang saleh…

Ya Rab ku, jadikanlah hamba dan keturunan hamba menjadi orang-orang yang menegakkan sholat…

Ya Rab ku, berikanlah kepada hamba anak turun sebagai penyejuk mata hati kami. Jadikanlah mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa…”

Entah berapa banyak air mata kasih bunda tertumpah diwajah dan sajadah bunda, mendoakan kebahagiaan nanda…

Entah berapa banyak langkah dan gerak tangan bunda membantu nanda kesekolah, mengerjakan PR…

Entah berapa banyak senandung tembang bunda menghibur dan mendorong semangat nanda…

Saat nanda pulang terlambat, bunda menunggu dengan harap cemas… saat nanda stres berat, bunda menemani dengan doa dan tirakat…

“Ya Rab ku, ampuni hamba serta ayah bunda hamba. Kasihi keduanya sebagaimana mereka mengasihiku sejak kanak-kanak.”

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang pandai mensyukuri nikmat-MU yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal sholeh yang engkau ridhai; dan masukanlah aku dengan rahmat-MU kedalam golongan hamba-hambaMu yang saleh.”

“Ya Allah, berikanlah mereka kebahagiaan dunia akherat yang terbaik bagi keduanya dunia akherat, amin.”

dari: Mutiara Hati di Lautan Cinta

simpan dokumen (moga bermanfaat…)

Bundaku Malaikatku


Responses

  1. jadi sedih:(
    Bunda maafin ananda ya…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: